dokumentasi kegiatan

Selasa, 31 Mei 2011

Makalah Teknik bercerita

TEKNIK BERCERITA UNTUK ANAK USIA DINI
Ada suatu ungkapan ”Seorang  Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Betapa tidak, bagi para pengasuh anak-anak (guru, tutor) keahian bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai. Melalui metode bercerita inilah para pengasuh mampu menularkan pengetahuan dan menanamkan nilai budi pekerti luhur secara efektif, dan anak-anak menerimanya dengan senang hati. Pada saat ini begitu banyak cerita yang tersebar, namun masih jarang tulisan dari para praktisi ahli cerita, yang mampu mengarahkan secara khusus untuk ditujukan kepada anak-anak usia dini, sehingga penceritaan yang disampaikan kurang mengena. Apalagi model cerita yang secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran di TPA/KB/RA/BA/TK yang berlaku. Padahal panduan praktis semacam ini sangat dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara. Pada umumnya mereka masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita. Tulisan ini kami susun dengan maksud agar menjadi salah satu bahan pengayaan ketrampilan mendidik anak, bagi para pendidik anak usia dini dalam kegiatan kepengasuhan yang mereka lakukan .
PENDAHULUAN
konon, Di Inggris pernah diadakan penyebaran angket kepada orang-orang dewasa. Kepada mereka ditanyakan pada saat apa mereka benar-benar merasa bahagia di masa kanak-kanak dulu. Jawaban mereka : “Pada saat orang tua mereka membacakan buku atau Cerita” Apabila pertanyaan yang sama diajukan kepada orang-orang dewasa di Indonesia, kiranya jawaban tak akan jauh berbeda. Bahkan, khusus mengenai cerita, sampai orang dewasapun masih tetap menggemarinya. Tengoklah obrolan kita juga akan semakin ‘renyah’ bila kita saling bercerita dengan penuh semangat. Cerita memang ‘gurih’. Semua orang tak pandang usia, menyukainya. Bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia. Bahkan dalam teks kitab sucipun banyak berisi cerita-cerita. Tuhan mendidik jiwa manusia menuju keimanan dan kebersihan rohani, dengan mengajak manusia berfikir dan merenung, menghayati dan meresapi pesan-pesan moral yang terdapat dalam kitab suci, Beliau mengetahui akan jiwa manusia, mengetuk hati manusia antara lain dengan cerita-cerita. Karena metode ini sangat efektif untuk mempengaruhi jiwa anak-anak.

Selasa, 24 Mei 2011

Tepuk Nabi

Tepuk Nabi ***
Nabimu? *** Muhammad... Lahirnya?*** di Mekkah
Tanggalnya?*** dua belas   Bulannya?*** Rabi'ul awal
Tahunnya?*** Tahun Gadjah   Ayahnya?*** Abdullah
Ibunya? *** Aminah   Fathernya? *** Abdullah
Uminya? *** Aminah    Pamannya? *** Abu Tholib 
Kakeknya?*** Abdul Muthalib   Uncle nya? *** Abu Tholib
(next: bisa divariasikan sesuai kreatifitas ustadz/ustadzah)

Senin, 23 Mei 2011

Lirik Lagu Maher Zain Insya Allah (feat. Fadly Padi) Lyrics

ketika kau tak sanggup melangkah
hilang arah dalam kesendirian
tiada mentari bagai malam yang kelam
tiada tempat untuk berlabuh
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu
reff:
Insya Allah, Insya Allah

Hymne TKA TPA

Sejak Kecil Kami Baca Al-Qur'an Pedoman Kami
Agar Terang Jiwa Raga Selamat Dunia Akhirat
Ya Allah Curahkanlah Rahmat-Mu pada Kami
Jadikanlah Qur'an suci Jalan Terang Hidup Kami
Tekad Kami Putra-Putri Santri TKA-TPA
Pegang Teguh Qur'an Suci Mengharap Ridla Ilahi



Download Mp3nya Klik di sini

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam
Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam
Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam

Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ampunan
Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ganjaran
Mari kita menyambut dengan hati gembira
Mari kita menyambut dengan hati bahagia

Rindu Muhammadku

Yaa robbi bil-Mustofa
Yaa robbi bil-Mustofa
Yaa robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa
Waghfirlanaa maamadhoyaa waasi'al karomi

Demi cinta-Mu ya Allah
Pada Muhammad nabi-Mu
Ampunilah dosaku
Wujudkan harapanku
Ya Rasulallah salamun alaik
Ya rofi'assyaniwaddaroji

Rabu, 11 Mei 2011

Sejarah BADKO TPA

Pengajian anak-anak di Yogyakarta mulai dirintis pada tahun 1953 dengan didirikannya Persatuan Pengajian Anak-Anak Kotagede dan sekitarnya (PPKS). Selanjutnya diikuti pada tahun 1963 didirikan Badan Koordinasi Pengajian Anak-Anak (BAKOPA). Tujuan BAKOPA pada dasarnya sama dengan PPKS namun lingkup wilayahnya lebih luas, yakni meliputi seluruh wilayah Yogyakarta bahkan banyak cabang-cabangnya yang berdiri di luar DIY.
Pada tahun 1983 diadakan pertemuan para aktivis pengajian anak-anak Kotagede